Kesetimbangan Energi di Bumi (Perspektif Iklim)

Kesetimbangan Energi di Bumi (Perspektif Iklim)

Sebelum mempelajari kesetimbangan energi di Bumi, ada baiknya membaca hubungan antara radiasi matahari dan iklim bumi terlebih dahulu di artikel ini. Jika sudah, mari kita lanjut membahas kesetimbangan energi di Bumi. Kesetimbangan energi ini ada dua yaitu kesetimbangan energi terkait energi matahari yang masuk ke bumi dan yang terkait dengan energi radiasi bumi yang memanasi atmosfer.

Apa sih bedanya?

Begini, untuk memahami radiasi, harus dipahami dulu hukum-hukum terkait radiasi. Yang paling penting dipahami sebelum membahas kesetimbangan energi di Bumi adalah hukum Stefan Boltzman dan Hukum Pergeseran Radiasi Wien. Hukum Stefan Boltzman mengatakan bahwa energi radiasi yang dipancarkan oleh benda hitam, tergantung dari suhunya. Lebih spesifik lagi, flux adiasi yang dipancarkan setiap satuan luas oleh suatu permukaan benda hitam, setara dengan pangkat empat suhunya. Rumusnya seperti ini:

    \textbf{\[F = \delta T^{4}}\]

Setelah memahami hal tersebut, muncul lagi pertanyaan lain. Kenapa spektrum yang terlihat oleh mata manusia ketika melihat benda berpijar bisa beda? Hal paling nyata adalah warna api. ada api yang warnanya merah, ada yang berwarna biru. Hal ini dijelaskan oleh Wien.

Perubahan suhu akan menyebabkan radiasi dari suatu benda hitam bergeser ke panjang gelombang yang berbeda (frekuensi yang berbeda). Jika suhu suatu benda hitam meningkat, maka panjang gelombangnya akan bergeser ke panjang gelombang lebih pendek (frekuensi lebih tinggi) begitu pula sebaliknya. Inilah yang menyebabkan perubahan warna karena warna dari suatu radiasi tergantung dari panjang gelombangnya. Api merah memiliki suhu yang lebih rendah dan panjang gelombang yang lebih panjang sedangkan api biru panjang gelombangnya lebih pendek dengan suhu lebih tinggi.

Hukum pergeseran wien
sumber: http://hyperphysics.phy-astr.gsu.edu/hbase/wien.html

Ini juga yang terjadi di Bumi. Matahari yang memiliki suhu lebih tinggi akan memancarkan radiasi yang relatif lebih pendek dibandingkan radiasi bumi yang suhu rata-ratanya 18 derajat celsius. Pada suhu ini, radiasi bumi umumnya berada pada spektrum infrared atau near infrared.

Nah, setelah memahami itu, sekarang kita akan mempelajari bagaimana interaksi radiasi matahari dan bumi terkait dengan hukum pergeseran Wien ini. Anggaplah bumi dan matahari sama-sama benda hitam. Bumi tidak menghasilkan energi sendiri namun matahari sebagai pusat tata surya menghasilkan energi melalui reaksi nuklir. Radiasi energi matahari akan dipancarkan ke luar angkasa, sebagian mencapai bumi (1). Setelah mencapai bumi, energi radiasi matahari memanasi bumi sehingga suhu bumi meningkat (2). Bumi yang peningkatan suhunya berasal dari pemanasan matahari ini memancarkan energi juga. Hanya saja energi yang dipancarkan tidaklah gelombang pendek tapi gelombang panjang. Proses ini adalah proses reradiasi yang dilakukan oleh bumi.

Pemanasan Bumi oleh matahari
Pemanasan Bumi oleh Matahari

Perlu diketahui bahwa atmosfer bagian bawah (troposfer) dominan dipanasi oleh radiasi bumi, hasil akhir proses ini. Tidak seperti pemahaman umum, Radiasi matahari yang masuk kemudian dipantulkan oleh permukaan bumi, tidaklah memanasi troposfer, melainkan melewati atmosfer kemudian kembali ke luar angkasa. Intinya, pemanasan troposfer bukan hasil pemantulan!

Kesetimbangan Energi Planet Bumi

Kesetimbangan energi planet bumi
sumber Hidore. J.J . Olover J. E, Snow M., and Snow  R, (2010): Climatology, An Atmospheris Sciences, Perason Education, Inc

Gambar di atas menunjukkan kesetimbangan radiasi Bumi. Garis putus-putus adalah alur yang dilewati oleh energi matahari. Ini adalah kesetimbangan energi matahari yang masuk ke Bumi. Garis tegas adalah alur energi yang dihasilkan oleh re-radiasi Bumi. Setelah pemanasan oleh matahari Bumi akan memancarkan energi yang melewati alur gerak energi ini.

Dari 100 energi yang masuk di lapisan atmosfer teratas, 20 bagiannya diserap oleh atmosfer Bumi. Spektrum mana saja yang diserap bisa dilihat di artikel ini. Selanjutnya, 30 bagian dari radiasi yang masuk ini dipantulkan kembali ke luar angkasa (angka ini sesuai dengan albedo rata-rata bumi yaitu 0.3). Hanya 50 bagian atau setengahnya yang digunakan untuk memanasi Bumi.

Setelah itu, radiasi bumi akan dipancarkan oleh permukaan Bumi. Beda dengan radiasi matahari, jumlah energi radiasi permukaan Bumi diumpamakan sebanyak 146. Dari 146 total energi radiasi bumi ini, 7 dilepaskan ke luar angkasa, 20 digunakan dalam proses yang melibatkan panas laten, dan 12 digunakan dalam proses terkait panas sensible. Panas laten adalah panas yang digunakan untuk merubah wujud suatu benda tanpa menaikkan suhunya (contoh: penguapan). Panas sensible adalah energi yang digunakan untuk menaikkan suhu benda (contoh: memanasi atmosfer). Bagian terbesar radiasi bumi, adalah pancaran radiasi gelombang panjang yang masuk ke atmosfer (107). Atmosfer bumi sangat efisien sehingga energi radiasi bumi yang masuk ke atmosfer dikembalikan ke permukaan lagi sebesar 96 bagian. Ini adalah peran gas rumah kaca. Terakhir, sekitar 63 bagian radiasi kembali ke luar angkasa melalui radiasi dari atmosfer (43 bagian radiasi bumi dan 20 bagian radiasi matahari).

Perlu diperhatikan bahwa semua angka-angka di atas adalah pendekatan yang dilakukan. Sumber lain mungkin memberikan angka yang sedikit berbeda (proporsi yang berbeda) dengan jumlah proses berbeda juga (pada beberapa referensi, proses pembauran di atmosfer dimasukkan juga. Untuk merangkum proses tadi agar lebih mudah dipahami, dibuat tabel berikut.

ProsesRadiasi BumiRadiasi Matahari
Masuknya radiasi matahari ke atmosfer bumi100
Penyerapan radiasi oleh atmosfer[20]
Dipantulkan kembali dan dibaurkan atmosfer ke luar angkasa[-30]
Memanasi Permukaan Bumi[50]
Radiasi yang dihasilkan permukaan bumi146
Radiasi gelombang panjang Bumi yang ke luar angkasa[-7]
Energi digunakan menjadi panas laten[20]
Energi digunakan menjadi panas sensible[12]
Radiasi gelombang panjang Bumi ke atmosfer[107]
Radiasi yang dikembalikan ke permukaan oleh efek rumah kaca[96]
Radiasi gelombang panjang atmosfer yang ke luar angkasa[-43][-20]
Tabel kesetimbangan energi Bumi

Perbedaan Pemanasan Permukaan Bumi

Setelah energi matahari masuk ke permukaan Bumi, pemanasan yang diakibatkan tidaklah sama di satu tempat dan tempat lainnya. Ada yang menjadi lebih panas, ada yang menjadi kurang panas, serta ada perbedaan kondisi temporal. Faktor utama perbedaan pemanasan ini adalah beda sifat permukaan terutama permukaan daratan dan lautan. Faktor-faktor ini akan dijelaskan dalam beberapa bagian yaitu: Albedo, transparansi, nilai kalor jenis, besar evaporasi, dan keberadaan lapisan mixing.

Beda sifat daratan dan lautan
sumber Hidore. J.J . Olover J. E, Snow M., and Snow  R, (2010): Climatology, An Atmospheris Sciences, Perason Education, Inc

Kalor Jenis

Perbedaan kalor jenis antara daratan (padat) dan lautan (cairan) adalah hal paling penting yang menentukan perbedaan sifat kedua area ini ketika dipanasi. Kalor jenis air 10 kali lebih besar daripada kalor jenis daratan. Artinya apa? untuk menaikkan suhu lautan per volume per derajat celsius, dibutuhkan energi yang jumlahnya 10 kali lebih banyak dibandingkan menaikkan suhu daratan sebesar 1 derajat pada satuan volume yang sama. Ketika didinginkan (malam hari), untuk menurunkan suhu lautan, juga perlu melepas energi yang lebih banyak.

Hal ini menyebabkan lautan bersifat lama dipanaskan dan lama didinginkan, sedangkan daratan bersifat cepat dipanaskan dan cepat didinginkan. Pada siang hari daratan akan memanas lebih cepat sehingga suhunya relatif lebih tinggi dibanding lautan. Sebaliknya, pada malam hari, meskipun radiasi yang dilepaskan oleh darat dan laut kurang lebih sama, daratan lebih cepat mendingin sehingga suhunya relatif lebih rendah dibandingkan lautan.

Dampak dari hal ini adalah angin darat dan angin laut. Di samping itu jangkauan suhu di darat akan lebih lebar jika dibandingkan dengan jangkauan suhu di laut. Maka dari itu standar deviasi lautan biasanya lebih rendah dibanding wilayah daratan. Lihat gambar di bawah ini untuk melihat lebih jelas.

Beda profil suhu wilayah darat dan laut
sumber Hidore. J.J . Olover J. E, Snow M., and Snow  R, (2010): Climatology, An Atmospheris Sciences, Perason Education, Inc

Albedo

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, sebagian sinar matahari dipantulkan kembali oleh permukaan bumi. Persentase dari banyaknya sinar matahari yang dipantulkan oleh permukaan tertentu disebut albedo. Makin cerah permukaan, albedo makin tinggi. Albedo 1 artinya seluruh sinar matahari dipantulkan, sebaliknya albedo 0 artinya seluruh sinar matahari diserap. Permukaan daratan memiliki albedo yang berbeda-beda tergantung jenis permukaan. Permukaan air memiliki albedo yang bervariasi sesuai sudut datang sinar matahari, sangat kecil ketika sudut datang tegak lurus dan besar ketika sudut datang kecil. Ketika siang hari lautan sangat efisien dalam menyerap cahaya matahari. Daftar nilai albedo masing-masing permukaan di daratan bisa dilihat pada tabel di bawah ini:

PermukaanAlbedo
Salju0.5 – 0.9
Awan tebal0.7 – 0.8
Awan tipis0.25 – 0.3
Atap berwarna cerah0.35 – 0.5
Atap berwarna gelap0.1 – 0.15
Pantai berpasir0.2 – 0.4
Aspal0.05 – 0.1
Lahan yang baru selesai dibajak0.15 – 0.25
Padang rumput0.05 – 0.25
Hutan0.05 – 0.1

Meskipun nilai albedo wilayah perairan berbeda-beda tergantung dari sudut datang sinar matahari, tetap saja wilayah perairan akan menyerap energi radiasi lebih banyak. Kenapa? karena albedo ketika sinar matahari optimum rendah (siang hari). Untuk daratan, terutama wilayah yang memiliki albedo besar, pemantulan lebih banyak.

Transparansi

Laut memiliki nilai transparansi yang lebih besar. Cahaya matahari dapat menembus sampai ke kedalaman sekitar 100m. Dengan demikian, bagian yang dipanasi di laut sangat dalam. Hal ini menyebabkan laut lebih banyak menyimpan panas daripada daratan namun peningkatan suhunya ketika dipanasi tidak sebesar peningkatan suhu di daratan.

Daratan adalah area yang tidak tembus cahaya. dampaknya, matahari hanya bisa menembus beberapa sentimeter permukaannya. Karena kedalaman yang dipanasi jauh lebih dangkal, energi matahari akan menyebabkan pemanasan dengan suhu lebih tinggi. Namun, daratan sulit menyimpan panas. pada malam hari radiasi dilepaskan lebih cepat dan permukaannya mendingin lebih cepat pula.

Besar Evaporasi

Lautan merupakan sumber uap air terbesar di atmosfer. Mendengar pernyataan ini saja sudah cukup untuk memberikan pemahaman seberapa banyak penguapan yang terjadi di atas lautan. Dengan banyaknya evaporasi, banyak energi digunakan untuk mengubah wujud air menjadi gas tanpa meningkatkan suhunya (panas laten). Dengan demikian, suhu lautan lebih sulit untuk meningkat karena energi untuk menaikkan suhu berkurang akibat panas laten untuk penguapan.

Di daratan, evaporasi juga terjadi. Untuk area bervegetasi, evapotranspirasi juga ada. Namun, jumlah yang diuapkan jauh lebih kecil dibandingkan jumlah penguapan di lautan. Artinya tidak banyak panas yang digunakan untuk mengubah wujud air menjadi gas. Sebagai gantinya, suhu daratan lebih cepat meningkat.

Sirkulasi lautan dan transport panas

Lautan adalah sebuah badan fluida raksasa yang selalu bergerak. panas yang diterima dapat dipindahkan ke tempat yang lebih dingin melalui transpor panas dalam sirkulasi lautan. Sirkulasi biasanya akan membawa panas dari tropis menuju lintang tinggi. Proses ini memungkinkan lautan untuk menjaga suhunya lebih dingin daripada seharusnya jika tanpa sirkulasi. Di samping itu, lautan juga memiliki lapisan campuran (mixing ratio) yang dapat memindahkan panas ke lapisan lebih dalam.

Hal ini tidak terjadi di daratan. Daratan tidak banyak bergerak jadi tidak melakukan transpor panas. Ketika energi memanasi suatu permukaan, panas tidak akan dipindahkan oleh daratan. Kondisi ini adalah salah satu faktor yang menyebabkan beda panas antara satu tempat dengan tempat lain. Pada intensitas cukup, dapat menimbulkan konveksi.

Bedanya Pemanasan Darat dan Laut

Dari faktor-faktor pembeda di atas, kontras antara darat dan laut adalah sebagai berikut:

DaratanLautan
Kalor jenis rendah, cepat dipanaskan di siang hari namun melepas panas lebih cepat ketika malam hariKalor jenis tinggi, lama dipanaskan ketika siang hari dan lama melepas panas ketika malam hari.
Nilai suhu maksimum lebih tinggi dibanding lautanNilai suhu maksimum lebih rendah karena susah dipanasi
Nilai suhu minimum lebih rendah dibanding lautanNilai suhu minimum lebih tinggi karena tidak melepas panas dengan cepat
Jangkauan suhu harian maupun tahunan lebih tinggiJangkauan suhu harian maupun tahunan lebih rendah
Pemanasan hanya terjadi di permukaanPemanasan terjadi sampai lapisan dalam
Sedikit mentransfer panas sebagai panas latenBanyak mentransfer panas untuk panas laten melalui penguapan
Banyak memantulkan radiasi matahariyang datangsedikit memantulkan radiasi matahari yang datang
Tidak terjadi sirkulasi panas vertikal maupun horisontalTerjadi sirkulasi panas vertikal (mixing layer) dan horisontal (sirkulasi lautan)
Laju pemanasan tinggilaju pemanasan rendah
Laju pendinginan tinggi (pelepasan radiasi permukaan tinggi)Laju pendinginan rendah (pelepasan radiasi permukaan rendah

Pemanasan Siang Hari dan Pendinginan Malam Hari

Setelah memahami perbedaan pemanasan darat dan laut, selanjutnya kita perlu mengetahui perbedaan temporal dari energi ketika siang hari dan malam hari. Siang hari di sini maksudnya adalah periode ketika permukaan di suatu wilayah menerima input energi radiasi matahari, panjang periodenya tidak harus 12 jam. Malam hari adalah periode kebalikannya yaitu periode ketika permukaan bumi di suatu tempat tidak menerima input sinar matahari.

Siang hari dimulai ketika matahari terbit. Sesaat setelahnya, radiasi diterima oleh permukaan. Input energi ini digunakan untuk memanasi permukaan. Setelah permukaan dipanasi, panas ini akan dilepaskan ke atmosfer sebagai radiasi permukaan bumi. Pemanasan ini akan dimulai dengan pemanasan lapisan batas atmosfer (ketebalan 1-2km). Transfer ini dapat dipercepat dengan adanya turbulence, angin, dan konduksi. Karena semua proses ini membutuhkan waktu, suhu maksimum tidak serta merta terjadi saat radiasi maksimum terjadi (jam 12 siang). Dibutuhkan waktu beberapa lama setelah radiasi diterima (ada lag). Lag antara jam radiasi maksimum dan suhu maksimum bisa bervariasi beberapa jam tergantung kondisi atmosfer.

Malam hari dimulai ketika matahari terbenam. Pada periode ini tidak ada lagi input radiasi. Meskipun demikian, bumi tetap memancarkan radiasi (karena suhu bumi tidak nol mutlak). Ketika siang hari dengan supply energi matahari, suhu permukaan cenderung meningkat karena radiasi matahari lebih banyak dibandingkan energi radiasi bumi. Intinya bumi lebih banyak menerima dibandingkan melepas. Ketika malam hari, karena bumi tetap melepas radiasi meskipun tidak ada input, maka terjadi pendinginan. Pendinginan diikuti dengan pendinginan atmosfer. Pendinginan dipengaruhi oleh panjang malam hari, kelembapan dan kecepatan angin. Pendinginan terbaik adalah ketika kelembapan rendah, cuaca malam hari cerah dan angin calm. Satu faktor lain yaitu kondensasi akan mengurangi pendinginan dengan melepas panas laten ke udara (frost, embun, kabut, dll)

Budget Radiasi Tahunan

Earths-energy-balance-The-Earth-absorbs-more-sunlight-at-the-equator-than-the-poles
Sumber: Pidwirny, M. (2006). “Global Heat Balance: Introduction to Heat Fluxes”. Fundamentals of Physical Geography, 2nd Edition. Date Viewed. http://www.physicalgeography.net/fundamentals/7j.html

Masih ingat dengan pengaruh lokasi lintang terhadap radiasi matahari yang diterima permukaan bumi? Kalau belum, cek artikel: Radiasi Matahari dan Iklim Bumi. Gambar di atas erat kaitannya dengan hal tersebut. Net shortwave pada gambar menunjukkan jumlah energi matahari yang digunakan untuk memanasi permukaan (setelah melewati berbagai aral rintangan di atmosfer). Garis berwarna merah (net longwave) menunjukkan seberapa banyak permukaan bumi melepaskan radiasi. Terlihat jelas bahwa di tropis, radiasi yang diterima lebih tinggi dibandingkan dengan radiasi yang dilepaskan oleh permukaan bumi. Wilayah lintang 35 LU – 35 LS mengalami surplus energi. Wilayah lintang lebih tinggi mengalami defisit energi. Wilayah tersebut lebih banyak melepas panas dibandingkan menerima panas dari matahari.

Garis berwarna biru menunjukkan bahwa jumlah radiasi matahari yang memanasi tropis dan kutub sangat jauh berbeda. Lihat saja nilai maksimum dan minimumnya yang memiliki rentang cukup jauh. Kutub menerima energi jauh lebih sedikit. Radiasi permukaan bumi yang dilepaskan di tropis dan kutub sebenarnya tidak jauh berbeda. Tropis melepaskan sedikit lebih banyak dibandingkan kutub, terutama di area 23.5 derajat. Meskipun melepas radiasi lebih banyak, energi matahari yang masuk lebih banyak lagi. Hal inilah kenapa di wilayah tropis terjadi surplus energi.

Dari sini, transport energi akan terjadi dari tropis menuju kutub. Transport inilah yang menyebabkan terjadinya sirkulasi atmosfer dan lautan. Secara umum, transport ini disebut transport meridional karena bergerak secara meridional dari lintang rendah menuju lintang tinggi. Distribusi energi ini terjadi dalam 3 proses: flux panas sensible (mengakibatkan kenaikan suhu), flux panas laten (mengakibatkan perubahan wujud), dan flux panas permukaan di laut (mengakibatkan sirkulasi laut).

Distribusi Vertikal Suhu

Radiasi akan diikuti oleh perubahan suhu. Akan tetapi karena berbagai proses yang sudah disebutkan, distribusi suhu tidak merata secara vertikal maupun horisontal. Distribusi vertikal suhu di troposfer sangat dipengaruhi oleh lapse rate (perubahan suhu terhadap ketinggian). Lapse rate nilainya berbeda-beda di tiap wilayah tergantung dari sifat massa udara dan tempatnya berada. Akan dilajutkan pada artikel lain.

Distribusi Horisontal Suhu

Distribusi horisontal suhu sangat dipengaruhi oleh lokasi lintang, beda sifat permukaan (daratan atau lautan), topografi (terutama ketinggian suatu tempat), dan faktor dinamis (angin, kelembapan, turbulence, dll). Untuk lebih jelasnya, kita bisa lihat peta di bawah ini.

Distribusi suhu bulan Januari
Distribusi suhu rata-rata bulan Januari (winter BBU)

Dari gambar, terlihat jelas bahwa tropis selalu memiliki suhu lebih tinggi dibandingkan lintang lebih tinggi (dari gambar, beda suhu tropis dan kutub bisa lebih dari 50 derajat celsius). Yang kedua, kita bisa melihat garis suhu di lautan lebih teratur (lurus) dibandingkan daratan. Ini karena beda sifat permukaan dan topografi mempengaruhi tinggi rendahnya suhu sekaligus nilai jangkauan suhunya. Faktor dinamis menghasilkan berbagai bentuk sirkulasi (biasanya melingkar). Ini adalah aktifitas atmosfer dan laut.

Resume

Apa bedanya radiasi Bumi dan Radiasi Matahari

Radiasi matahari dihasilkan dari reaksi fisi dengan suhu tinggi di dalam inti matahari. Radiasi yang dihasilkan adalah spektrum radiasi dari gelombang mikro sampai gelombang panjang, yang sampai ke Bumi kebanyakan gelombang pendek. Radiasi bumi berupa gelombang panjang karena suhu bumi rendah, dihasilkan dari panas yang diserap dari radiasi matahari yang sampai ke permukaan.

Apa yang terjadi pada energi matahari yang masuk ke Bumi?

Energi matahari yang masuk ke atmosfer bumi 20% diserap, dipantulkan, atau dibaurkan oleh atmosfer. Ketika sampai di permukaan Bumi, 30% dipantulkan kembali ke luar angkasa. Setengahnya untuk memanasi permukaan Bumi.

Apa yang terjadi pada radiasi yang dipancarkan permukaan Bumi?

Dari 146 bagian radiasi matahari, 107 masuk ke atmosfer, 7 dilepaskan ke luar angkasa, 12 untuk menaikkan suhu, 20 digunakan dalam proses panas laten (penguapan). Dari 107 bagian, atmosfer menyimpan 96 bagian. Sisanya ke luar angkasa.

Bagaimana budget radiasi tahunan di Bumi?

Lintang antara 35 LU dan 35 LS mengalami surplus energi karena menerima lebih banyak energi daripada melepaskannya. Lintang lebih tinggi mengalami defisit energi.

Apa yang mempengaruhi distribusi vertikal dan horisontal suhu?

Distribusi vertikal dipengaruhi oleh lapse rate yang besarnya berbeda di tiap lokasi tergantung sifat massa udara dan kondisi tempat. Distribusi horisontal suhu dipengaruhi oleh lokasi lintang, topografi, beda sifat permukaan, dan faktor dinamis.

Apa yang membedakan pemanasan daratan dan lautan?

Albedo, transparansi, nilai kalor jenis, besar evaporasi, serta sirkulasi vertikal maupun horisontal.

Apa perbedaan utama siang dan malam yang mempengaruhi iklim?

Siang hari adalah waktu dimana ada input sinar matahari sedangkan malam adalah waktu dimana tidak ada input sinar matahari.

Referensi:

  • http://hyperphysics.phy-astr.gsu.edu/hbase/wien.html
  • Hidore. J.J . Olover J. E, Snow M., and Snow  R, (2010): Climatology, An Atmospheris Sciences, Perason Education, Inc
  • NCEP/NCAR Project
  • Pidwirny, M. (2006). “Global Heat Balance: Introduction to Heat Fluxes”. Fundamentals of Physical Geography, 2nd Edition. Date Viewed. http://www.physicalgeography.net/fundamentals/7j.html

veanti

Siapa penulis utama veantiworld.com? Blog ini dibuat, dikelola, dan ditulis oleh Desak Putu Okta Veanti. Penulis adalah dosen jurusan klimatologi dan juga salah satu lulusan terbaik Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika. Penulis lulus Master Program of School of Integrated Climate System Science, University of Hamburg, Germany pada tahun 2017. Saat ini penulis aktif menekuni pekerjaan sebagai dosen, menulis blog, belajar Python, meningkatkan kemampuan bahasa asing, serta mencari informasi mengenai pseudo-science seperti astrologi dan tarot.

Tinggalkan Balasan