Fungsi Pemrograman Python dalam Meteorologi – Klimatologi
Python meteorologi klimatologi

Fungsi Pemrograman Python dalam Meteorologi – Klimatologi

Fungsi pemrograman Python dalam Meteorologi dan Klimatologi lebih kepada sarana pendukung analisa. Seperti bahasa pemrograman pada umumnya, bahasa pemrograman Python juga berpungsi untuk menghubungkan antara komputer dan manusia. Bahasa pemrograman menterjemahkan perintah-perintah yang diberikan kepada komputer untuk melaksanakan perintah sesuai dengan algoritma pemrograman komputer yang telah diberikan.

Namun, apa sebenarnya fungsi pemrograman Python dalam Meteorologi dan Klimatologi?

Sebelum kita beranjak jauh ke sana, mari kita analisa dulu apa yang umumnya dilakukan oleh Agency Meteorologi seperti BMKG, KMA dan lainnya. Proses pertama yang dilakukan dalam kegiatan meteorologi dan klimatologi adalah mengumpulkan data hasil pengamatan. Pada mulanya pengamatan hanya dilakukan secara manual namun lama kelamaan otomatisasi mulai dikembangkan. Selanjutnya, setelah data terkumpul, dilakukan analisa data meteorologi dan klimatologi. Hal ini akan melibatkan berbagai fungsi matematika mulai dari fungsi sederhana hingga permodelan menggunakan artificial inteligence. Hasil dari pengolahan data itu akan ditampilkan dalam visualisasi tertentu: tabel, grafik, peta, video, dan lain sebagainya. Hasil akhir inilah yang nantinya akan disebarkan ke masyarakat.

Python meteorologi klimatologi

Setelah memahami proses kegiatan meteorologi dan klimatologi, kita dapat melihat dimana bahasa pemrograman dapat digunakan. Dari informasi di atas, penulis dapat mengambil beberapa kesimpulan tentang fungsi pemrograman python dalam meteorologi dan klimatologi. Ada empat fungsi yang bisa kita lihat, yaitu fungsi observasi, fungsi pengelolaan data, fungsi visualisai, dan fungsi desiminasi.

Fungsi Observasi

Bahasa pemrograman Python dapat digunakan untuk mengotomatisasi observasi parameter-parameter meteorologi dan klimatologi. Dalam hal ini, Python dapat menghubungkan sensor-sensor pengamatan meteorologi dan klimatologi ke dalam sebuah database. Hal ini akan menabah efisiensi kerja ahli meteorologi dan klimatologi serta memperluas jaringan pengamatan.

Fungsi Pengelolaan Data

Pengelolaan data yang dimaksudkan di sini adalah fungsi penyimpanan dan fungsi perhitungan matematika. Data yang diperoleh dari observasi perlu diproses terlebih dahulu sebelum menghasilkan informasi yang berguna bagi masyarakat. Salah satu hasil pengolahan data meteorologi dan klimatologi yang sering kita lihat adalah ramalan cuaca dan ramalan musim.

Untuk memperoleh hasil ramalan yang mendekati kebenaran dan dapat dipertanggungjawabkan, biasanya lembaga meteorologi dan klimatologi akan menggunakan metode ilmiah. Metode ini melibatkan berbagai perhitungan fisika dan matematika berupa permodelan dan statistik. Di sinilah peran python dalam memudahkan pengolahan data yang jumlahnya tidak sedikit.

Fungsi Visualisasi

Visualisasi dalam bidang meteorologi dan klimatologi dilakukan dengan mengeluarkan tampilan tabel, grafik, pemetaan, serta animasi. Hasil dari pengolahan data sebelumnya dituangkan dalam berbagai visualisasi yang disebarkan ke masyarakat. Visualisasi ini dapat pula dimudahkan dengan menggunakan modul bahasa perograman python contohnya matplotlib.

Fungsi Desiminasi

Desiminasi informasi adalah penyebaran informasi ke masyarakat luas. Desiminasi paling efektif saat ini adalah internet. Pemrograman python mampu membuat sebuah flatform di internet untuk menyebarkan informasi mengenai meteorologi dan klimatologi di masyarakat.

Itu dia empat fungsi Python dalam bidang meteorologi dan klimatologi. Mengingat Python adalah sebuah bahasa pemrograman lengkap, kita dapat menyisipkan python hampir di semua kegiatan meteorologi dan klimatologi.

Semoga artikel ini bermanfaat.

veanti

Siapa penulis utama veantiworld.com? Blog ini dibuat, dikelola, dan ditulis oleh Desak Putu Okta Veanti. Penulis adalah dosen jurusan klimatologi dan juga salah satu lulusan terbaik Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika. Penulis lulus Master Program of School of Integrated Climate System Science, University of Hamburg, Germany pada tahun 2017. Saat ini penulis aktif menekuni pekerjaan sebagai dosen, menulis blog, belajar Python, meningkatkan kemampuan bahasa asing, serta mencari informasi mengenai pseudo-science seperti astrologi dan tarot.

This Post Has One Comment

  1. Made

    keren 👌

Tinggalkan Balasan