Iklim adalah rangkuman kondisi atmosfer dalam jangka panjang di wilayah tertentu. Rangkuman kondisi atmosfer ini mengandung rata-rata kondisi cuacanya, nilai ekstrim atau kondisi-kondisi ekstrim, serta frekuensi kejadian suatu fenomena cuaca. Selain rangkuman tersebut, iklim juga terkait erat dengan pemanasan global yang menyebabkan perubahan berbagai parameter iklim global.

Ilmu yang mempelajari iklim adalah klimatologi. Dalam praktiknya klimatologi banyak mempelajari kondisi umum atmosfer di wilayah tertentu serta melihat apa pengaruhnya terhadap kehidupan yang ada di tempat tersebut. Klimatologi memiliki berbagai cabang sesuai dengan terapan ilmunya, contohnya: Klimatologi pertanian, Bioclimatology, dll. Untuk menguasai klimatologi, berikuta hal yang perlu dikuasai.

1. Menguasai ilmu tentang atmosfer termasuk dinamika cuacanya
2. Mengetahui cara pengamatan parameter-parameter cuaca
3. Dapat mengelola data-data iklim serta menghubungkan pengaruh kondisi iklim ke berbagai bidang
4. Dapat menurunkan visualisasi data iklim yang dapat dipahami.
5. Dapat membaca dan mengambil kesimpulan dari visualisasi iklim yang ada
6. Mampu memprediksi kondisi atmosfer jangka panjang dan menguasai metode statistik maupun numerik terkait prakiraan iklim
7. Mampu memberikan informasi iklim dengan bahasa yang bisa dipahami

Rekayasa iklim (Climate Enginering) untuk Mitigasi Dampak Pemanasan Global
https://www.globalccsinstitute.com/wp-content/uploads/2019/03/BECCS-Perspective_FINAL_18-March.pdf

Rekayasa iklim (Climate Enginering) untuk Mitigasi Dampak Pemanasan Global

Rekayasa iklim (climate enginering; geoengineering; climate intervention) adalah kegiatan berskala besar yang sengaja dilakukan dengan tujuan memitigasi dampak global warming. Kegiatan ini memiliki dua strategi umum yaitu: pengelolaan radiasi sinar…

Continue Reading Rekayasa iklim (Climate Enginering) untuk Mitigasi Dampak Pemanasan Global