Bahasa Pemrograman PYTHON; Pengenalan Awal
Python logo

Bahasa Pemrograman PYTHON; Pengenalan Awal

Python adalah salah satu bahasa pemrograman yang dapat digunakan di berbagai bidang. Penggunaan bahasa pemrograman Python berkembang pesat karena gratis, handal dan mudah digunakan. Beberapa faktor utama yang menyebabkan banyak orang beralih menggunakan Python antara lain:

  1. Python mudah dipelajari, fleksible dan sederhana.
  2. Pengguna data banyak menggunakan Python. Hal ini karena bahasa pemrograman Python lebih standar dibanding beberapa bahasa pemrograman lain (contohnya R)
  3. Python masih cocok digunakan oleh developer karena dapat dijalankan dalam lingkungan OS
  4. Mampu berjalan di hampir semua sistem operasi, utamanya pada 3 sistem operasi utama dunia yaitu: Windows, MacOS, dan Linux.
  5. Tersedia banyak modul dan akan terus berkembang
  6. Yang paling penting, lisensi Python GRATIS!

Sejarah Bahasa Pemrograman Python

Python sebenarnya sudah mulai dibangun pda tahun 80-an oleh Guido van Rossum di Centrum Wiskunde & Informatica, Belanda. Selanjutnya, pada tahun 1991, Van Rossum mempublikasikan kodenya sebagai versi 0.9.0.. Python versi 1 diluncurkan pada tahun 1994, memuat berbagai alat pemrograman fungsional. Pada Oktober tahun 2000, Python versi 2 dirilis. Setelah itu, Python versi 3 dipublikasikan 8 tahun kemudian.

Meskipun Python 2 (versi 2) delapan tahun lebih tua daripada Python 3 (versi 3) , sampai sekarang, python 2 masih banyak digunakan. Hal itu dikarenakan Python 3 seringkali tidak kompatibel dengan sistem-sistem yang sudah dirancang sebelumnya. Pengetikan kode pemrograman dalam Python 2 dan Python 3 juga memiliki beberapa perbedaan yang kelihatannya kecil namun membuat perbedaan nyata sehingga program yang ditulis dalam Python 2 tidak dapat berjalan di Python 3, begitu pula sebaliknya.

Nah, keputusan untuk menggunakan versi 2 atau tiga ada di tangan Anda sebagai pengguna. Namun, perlu diketahui bahwa masa hidup untuk python 2 akan segera habis. Akan lebih baik jika menggunakan versi paling up to date sehingga tidak ada masalah di masa depan.

Python Library

Karena banyak yang menggunakan, library python banyak bertebaran di internet. Jadi, jangan khawatir membangun program menggunakan python. Kamu tidak perlu mengetik program dari nol. Cari dulu modul python yang mungkin bisa membantu kemudian mulailah bekerja.

Dari sekian banyak library, mungkin beberapa contoh ini pernah kalian dengar. Yang pertama, Django/Flask yang digunakan untuk membangun website. Kemudian, Matplotlib yang digunakan untuk membuat grafik. Selain itu, kamu juga bisa temukan Python Excel Library untuk menghasilkan file excel. Bahkan sekarang sudah ada library untuk mengelola artificial inteligence. Asik kan? Lebih lanjut, coba cek https://docs.python.org/3/library/ untuk mempelajari lebih banyak.

Cara Running Program Python

Python dapat di-run dengan 4 cara. Yang pertama adalah menjalankan python menggunakan interpreter python. Ini dilakukan di dalam terminal. Cara ini menggunakan Python REPL (Read Evaluate Print Loop) dimana syntax diketik dalam promt python. Kode kemudian dijalankan langsung pada layar yang sama. Hal yang sama bisa kalian temukan pada Matlab.

Cara kedua adalah me-running file .py. File .py adalah ekstensi file command-command python yang dapat dieksekusi langsung. Cukup simpan kode python dalam sebuah file ekstensi .py kemudian jalankan file di dalam promt.

Cara ketiga adalah dengan menggunakan script. Script adalah sebuah file yang dapat dijalankan tanpa perlu menggunakan command “python”. Bisa dikatakan bahwa script merupakan program yang berdiri sendiri. Kita tinggal eksekusi langsung script-nya di dalam terminal.

Yang terakhir, kita dapat menggunakan IDE alias Integrated Development environment. IDE memudahkan kita dalam menulis dan menjalankan Python. seperti namanya, ada beberapa environment yang dibuat khusus untuk tujuan ini, antara lain: spyder, Jupiter Notebook, Pycharm, dan lain lain. Perbandingan antar berbagai IDE akan dibahas pada posting selanjutnya.

Sebelum Menggunakan Python

Jangan lupa untuk melihat dokumentasi python yang tersedia di docs.python.org serta cek tutorialnya. Selain itu, lakukan riset tentang 4 metode untuk merunning program Python. Jika memutuskan untuk menggunakan IDE, cari informasi dan pilih IDE yang paling sesuai dengan kebutuhan.

Akhir kata, terima kasih sudah membaca artikel ini sampai akhir. Selamat menggunakan Python!

veanti

Siapa penulis utama veantiworld.com? Blog ini dibuat, dikelola, dan ditulis oleh Desak Putu Okta Veanti. Penulis adalah dosen jurusan klimatologi dan juga salah satu lulusan terbaik Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika. Penulis lulus Master Program of School of Integrated Climate System Science, University of Hamburg, Germany pada tahun 2017. Saat ini penulis aktif menekuni pekerjaan sebagai dosen, menulis blog, belajar Python, meningkatkan kemampuan bahasa asing, serta mencari informasi mengenai pseudo-science seperti astrologi dan tarot.

Tinggalkan Balasan